EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |



Thread Closed 
 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Singgung Cara Lama PKI, Ichlasul Amal Dikecam
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
EyangSubur Offline
๑۩۩»»ÉÖcer's««۩۩๑
EOcer's

Posts: 188
Joined: Nov 2010
Reputation: 46
  

 
Post: #1
Singgung Cara Lama PKI, Ichlasul Amal Dikecam
Tradisi pengerahan masa itu ditularkan dari kalangan kampus, termasuk Ichlasul Amal.

[Image: 101463_demo-ruuk-yogyakarta_300_225.jpg]

VIVAnews - Pergolakan di Yogyakarta sepertinya belum meredah meski Sultan Hamengkubuwono telah meminta masyarakat tenang dan kembali bekerja membangun Yogya pasca bencana Merapi.

Situasi justru kembali memanas dipicu oleh pernyataan kontroversial mantan Rektor Universitas Gajah Mada Yogyakarta Ichlasul Amal yang menyinggung soal show of force atau mengerahkan ribuan massa untuk menyatakan sikap terkait Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta.

Menurut Ichlasul, pengerahan massa ini seperti cara lama yang dilakukan PKI pada masa lalu untuk mem-fait-accomply keputusan Keraton bersama masyarakat Yogya agar elemen masyarakat yang pro penetapan angkat bicara.

Pernyataan Ichlasul sontak mengundang kecaman dari beragam kalangan.

Sulistyo Admojo, Ketua Paguyuban Dukuh Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta balik mempertanyakan pengetahuan Ichlasul Amal tentang PKI. Sulistyo memberikan contoh upaya penurunan terhadap Presiden Soeharto, yang juga melibatkan pengerahan massa besar-besaran di alun-alun utara Keraton Yogyakarta pada 1998. Bahkan, jumlahnya lebih besar dari sidang terbuka beberapa waktu lalu. Saat itu, salah satu pelopornya juga Ichlasul Amal.

"Apakah itu mirip cara lama PKI karena pengerahan massa sangat banyak. Bahkan aktivitas ekonomi di Yogyakarta kala itu nyaris berhenti total. Jadi, mantan rektor UGM itu mengaca dahulu sebelum berbicara," ujar Sulistyo Admojo, Minggu 19 Desember 2010.

Dia meminta Ichlasul Amal sebagai seorang akademisi dan intelektual untuk mempelajari lagi sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sejarah Yogyakarta, dan sejarah kampus yang pernah dipimpinnya. "Peran dan jasa Keraton Yogyakarta tidak bisa dinilai dengan materi atas berdirinya NKRI dan UGM," katanya.

Menurut dia, Ichlasul semestinya menunjukkan kapasitasnya sebagai akademisi, tidak memandang suatu permasalahan hanya dari satu sudut pandang. Apalagi memandang DIY, harus dilihat dari sisi sejarah, budaya, hukum hingga jasa para pahlawan dan jasa Yogya.

"Jangan menilai RUUK DIY hanya dari sudut pandang politik dan demokrasi semata, namun ada yang lebih penting dari sekedar politik dan demokrasi," tegasnya. Dia mengingatkan tradisi pengerahan massa justru ditularkan oleh kalangan kampus. "Artinya, dia ikut menularkan gaya tersebut, yang disebutkan sebagai cara lama PKI."

Ariesman, Ketua Paguyuban Carik, Daerah Istimewa Yogyakarta menekankan pengerahan massa mendukung keistimewaan Yogya tidak bisa disamakan dengan cara lama PKI. Sebab, gerakan ini santun, sopan dengan menampilkan kesenian khas Yogyakarta. "Apa ini yang dikatakan cara lama PKI. Dulu, PKI demo membawa clurit, pedang, dan senjata tajam lainnya," kata Ketua Paguyuban 21, Kabupaten Bantul.

Ariesman mempertanyakan kapasitas Ichlasul sebagai mantan Rektor UGM dan akademisi yang tidak mengetahui roh masyarakat Yogyakarta sendiri. Dia kecewa dengan Ichlasul yang terkesan ingin mengikuti jejak Wapres Boediono dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dulu pernah tinggal di Yogyakarta namun tak mengetahui sejarah Yogyakarta.

"Mereka tidak tahu kearifan lokal masyarakat Yogyakarta," kata dia. Namun, dia mengaku masih banyak pengamat politik dan sejarahwan UGM yang tidak sejalan dengan Ichlasul.

Eko Suwanto, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Yogyakarta menyatakan ada beberapa hal penting dari kebebasan menyatakan pendapat di depan umum, termasuk saat rakyat Yogya menyatakan sikap di alun-alun utara, Malioboro dan gedung DPRD Provinsi DIY. Itu semua konstitusional karena dijamin UUD 1945. "Ada sarasehan, aksi-aksi berlangsung damai dan beradab, sesuai adat ketimuran."

Eko justru mempertanyakan motif Ichlasul soal pernyataan mirip cara lama PKI. Dia mendesak agar yang bersangkutan dengan rendah hati meminta maaf kepada rakyat Yogya dan UGM. "Sebagai intelektual, seharusnya menjadi tauladan dan panutan bagi mahasiswa dan rakyat. Sikap rakyat Yogyakarta dan DPRD DIY sudah tegas soal keistimewaan DIY, termasuk soal penetapan gubernur dan wakil gubernur."

Lantas, bagaimana tanggapan Ichlasul soal cercaan atas pernyataan dirinya tersebut?

Saat dihubungi VIVAnews.com minggu malam, Ichlasul tetap pada pendiriannya bahwa pengerahan massa untuk menegaskan sikap dalam mendukung penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Yogya, seperti pada zaman PKI. Pengalaman ini, kata dia, hampir sama dengan pengalaman saat dirinya sebagai mahasiswa, terutama organisasi terkait PKI. "Saya justru kasihan dengan Paku Alam yang lama."

Dosen UGM ini bercerita dulu hampir setiap hari ada unjuk rasa di Kepatihan menjelang peristiwa Gerakan 30 September PKI. "Saya bilang pengalaman, karena peritiwa itu ada pada tempat yang sama. Waktu saya mahasiswa yang melakukan adalah ormas-ormas PKI."

Ichlasul Amal mengaku tak setuju dengan gerakan tersebut karena justru memanaskan situasi. Padahal, kata dia, persoalan tersebut bisa dengan mudah diselesaikan secara pribadi antara Sultan dan Presiden SBY. "Silahkan bertemu secara pribadi dengan Presiden SBY dan sampaikan tuntutan Sultan."

Dia mengingatkan pengerahan ribuan orang sangat merugikan banyak warga yang harus mencari nafkah. "Itu yang mereka tidak mengerti. Kasihan banyak rakyat kecil di pasar, mereka ikut merasakan dampaknya. Tidak bisa bekerja dan cari makan." (hs)

Laporan: Juna Sanbawa| Jogyakarta
• VIVAnews


12-20-2010 08:46 AM
Find all posts by this user

Thread Closed 


Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
  Dahlan Iskan:"Saya Tak Takut Impor Gas, Meski Dikecam" afrizalno1 2 1,363 06-10-2011 02:04 PM
Last Post: putranagari
  Feni Rose Dikecam Warga Jogja !! dikdikdong 0 1,178 11-08-2010 10:27 AM
Last Post: dikdikdong