EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |



Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
MUI Tulungagung Kecam Festival "Manten Kucing
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
Aura.rahma Offline
Ruang Bunda
*

Posts: 3,360
Joined: Oct 2010
Reputation: 990
  

 
Post: #1
MUI Tulungagung Kecam Festival "Manten Kucing

Tulungagung (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung, Jawa Timur mengecam festival "manten kucing" yang digelar pemerintah daerah setempat sebagai salah satu kegiatan memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-805 Kabupaten Tulungagung.

"Bagaimana mungkin pemerintah memfasilitasi kegiatan yang berbau syirik dan melukai hati umat Islam. Masak, kucing dinikahkan layaknya menikahkan manusia secara Islam, apalagi disertai `ijab qobul` dan diiringi sholawat hadrah segala," kata Wakil Ketua Cabang MUI, Maskur Kholil, Kamis.

Ia menegaskan, ritual atau festival "manten kucing" yang diikuti 19 kecamatan se-Tulungagung beberapa waktu lalu telah melecehkan kiai dan menodai agama.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah Mangunsari Kedungwaru itu menjelaskan, yang menjadi sorotan MUI adalah penampilan sosok kiai yang menikahkan kucing layaknya perkawinan manusia.

"Siapun boleh mengembangkan budaya. Tapi jangan sekali-kali mencampuradukan agama dengan budaya, itu (manten kucing) sama artinya melecehkan kiai," ujarnya.

Kecaman serupa juga dilontarkan Sekretaris MUI, Abu Sofyan Sirojuddin.

Menurut dia, pemerintah daerah dan Bupati Heru Tjahjono tidak menghiraukan peringatan MUI sebelum kegiatan yang tertuang dalam surat bernomor 115/DP-Kab/MUI-TA/2010.

Padahal, surat itu disampaikan secara resmi dan ditandatangani langsung oleh ketua MUI KH Hadi Mahfud tertanggal 9 November, ternyata peringatan itu tidak diindahkan dengan tetap menggelar festival dengan menampilkan seperti sosok kiai.

"Kami sudah jauh-jauh hari melayangkan surat peringatan tapi surat itu dianggap angin lalu," kata salah satu ulama paling berpengaruh di Kota Marmer itu kecewa.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Heru Tjahjono setelah parade dakon masuk MURI mengatakan, pihaknya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Tulunggaung.

Ia berjanji, kegiatan yang bisa menimbulkan kontoversi di masyarakat dan kalangan ulama tidak akan digelar lagi pada tahun-tahun mendatang. "Kami minta maaf," kata Bupati.

Festival "manten kucing" sendiri berasal dari ritual serupa yang biasa digelar di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, namun kemasan ritual itu hanyalah berupa prosesi pemandian sepasang kucing yang secara simbolis dijodohkan di sebuah sumber mata air setempat yang disebut Coban Kromo.

Tradisi itu dilakukan warga Desa Pelam ketika sedang kesulitan air


11-26-2010 10:58 AM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Post Reply 


Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
  Binatang Mirip Ular Tapi Berkaki Empat Ditemukan di Tulungagung nozomi.ryota 4 2,745 10-12-2011 07:46 PM
Last Post: delvis66
  Wuih…di Kota Ini ada Jam Malam untuk Kucing. Kucing Dilarang Berkeliaran dari Sore sa Gogol_HT 1 1,324 06-09-2011 03:02 PM
Last Post: rachmadi49
  Kucing Savanah - Kucing Tertinggi di Dunia erwan_hide 7 3,401 03-11-2011 02:37 PM
Last Post: erwan_hide