EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |



Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 1 Votes - 4 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Jerami pun Bawa Rejeki
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
EyangSubur Offline
๑۩۩»»ÉÖcer's««۩۩๑
EOcer's

Posts: 188
Joined: Nov 2010
Reputation: 46
  

 
Post: #1
Jerami pun Bawa Rejeki

[Image: DSC02742.JPG]

TRIBUNNEWS.COM - Ada pepatah dimana ada kemauan pasti ada jalan itu ada benarnya bagi para pencari batang padi dari desa Karang Sekar kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang ini .Meskipun di daerahnya tidak ada batang padi karena usai panen maka dengan berbekal kemauan yang kuat akhirnya sampai di Jeparapun mereka menemukan batang padi dengan berlimpah. Oleh karenanya meskipun harus berangkat pagi-pagi buta dari Rembang merekapun bersemangat karena sampai di daerah Jepara , masih banyak sawah yang baru akan di panen. Sehingga beberapa hari ini rejeki mereka dari berjualan batang padi ini terus lancar karena mereka menemukan daerah buruan baru di Jepara dan juga Demak. Dengan mencarter truk besar dengan pasukan 4 – 6 orang mereka membeli batang padi dari pemilik sawah yang di panen , selanjutnya dipotong dan diangkut ke dalam truk . Sampai di daerah Rembang batang-batang padipun dijual ikepada peternak sapi disana dengan cara diiderkan ke desa-desa sentra peternakan di sana atau di pengepulan batang padi dan rumput.

[Image: DSC02742.JPG]

“ Ya pekerjaan saya memang grabatan mas tidak tentu jika ada yang membutuhkan jasa garap sawah ya siap jika tidak ada kerjaan ya cari batang padi kemana saja . Jika didaerah sendiri ada ya ngambil di sana kalau tidak ada ya cari kemana saja yang penting pulang bisa bawa batang padi untuk dijual “ , ujar pak Suradi (48) dari desa Karang sekar yang ditemui di persawahan desa Karang Randu Kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara belum lama ini.

Pak Suradi mengaku mencari batang padi sudah hampir sepuluh tahunan , satu rombongan minimal 4 orang ditambah kernet dan sopir jadi 6 orang . Setiap hari mereka menyisir sawah-sawah yang habis panen dimanapun berada utamanya di daerah Rembang sendiri , setelah habis barulah mereka mencari daerah buruan baru . Oleh karena itu dia bersama teman-temannya pernah sampai di daerah Pati , Demak dan terakhir ini sampai di Jepara yang jaraknya hampir 200 Km dari tempat tinggalnya. Meskipun cukup jauh namun dari perhitungan biaya operasional masih layak dan masih mendapatkan hasil maka perburuan batang padi terus dilanjutkan. Selain itu juga melihat permintaan pasar , jika barang langka di pasaran tentu harga akan naik maka iapun berangkat dengan carter truk mencari daerah buruan baru dengan mencari informasi daerah mana yang sedang panen atau memotong padi .

[Image: DSC02741.JPG]

“ Ya kalau dihitung penghasilan sehari-hari ya sama dengan kerja serabutan di tempat orang lain, setelah dikurangi biaya carter mobil dan operasional makan setiap orang bisa bawa pulang untuk yang dirumah Rp 50 ribu – 60 ribu . Jika harga bagus dan datangnya duluan setiap orang bisa dapat sampai Rp 75 ribu namun itu jarang-jarang karena sekarang sudah banyak saingan “, ujar teman pak Suradi menambahkan.

Batang-batang padi bekas panen orang sebelum dimasukkan ke dalam truk harus dibeli dulu dari pemilik sawah tergantung dari sempit dan luasnya lahan yang berkisar dari 30 ribu – 100 ribu sekali borong . Batang-batang padi yang masih segar itupun dimasukkan ke dalam truk ditata dengan rapi , semakin rapi penataannya semakin banyak batang padi yang dibawa . Supaya muatan batang padi terbawa banyak maka muatannyapun diatur meninggi sehingga jika dilihat bak truk penuh dengan batang padi , sehingga hal ini membuat pemandangan yang cukup membahayakan bagi yang melihatnya . Namun karena sudah terbiasa melakukannya maka pemandangan itu menjadi biasa , bahkan merekapun dengan santai tiduran diatas jerami .

“ Ya pernah sekali dihentikan oleh Polisi namun setelah saya beri penjelasan ya dibiarkan begitu saya Cuma pak polisi minta saya supaya berhati-hati dengan membawa muatan batang padi ini. Selain itu penumpang yang diatas juga suruh hati-hati agar tidak jatuh “, cerita sopir ketika ditanya tentang muatan lebihnya.

[Image: DSC02747.JPG]

Sementara itu Mbah Kamso (76) petani dari desa Karangrandu kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara yang batang padinya dibeli pencari jerami dari Rembang ini seharga Rp 30 ribu cukup senang , karena kalau tidak ada yang beli justru jerami itu merepotkannya ketika hendak menanam padi kembali. Jika tidak ada yang beli biasanya jerami itu di bakar atau dibiarkan teronggok dan membusuk di sawah , oleh karena itu dengan kedatangan mereka para pencari jerami sawahnya jadi bersih . Harapannya setiap panen ada para pencari jerami yang datang kembali untuk membeli jerami hasil panen padinya , karena di desanya tidak ada usaha peternakan sehingga batang padi tidak ada gunanya.

Fatkhul Muin

Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: http://www.For-Mass.Blogspot.com)


12-04-2010 08:56 AM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Post Reply